PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
MAKALAH
PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
DOSEN : M. SALEHUDIN, S. PdI, M. Pd
PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR
DOSEN : M. SALEHUDIN, S. PdI, M. Pd
DISUSUN OLEH
NAMA : Melda
NIM : 12.1103.0009
NIM : 12.1103.0009
TARBIYAH / PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SAMARINDA TAHUN 2013
DAFTAR ISI
1. Daftar isi …………..…………………………………………………i
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang….………………….……………………………….1
1.2 Tujuan.…………………………………………………………….1
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Teori Sumber Belajar ...…………………………………………...2
2.2 Pusat Sumber Belajar ……..………………………………………..2
2.3 Perpustakaan ..………………………………………………………3
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar..……………………….4
3.2 Manfaat Perpustakaan ….…………………...…………………….4
3.3 Faktor Pendukung Perpustakaan .………………………………….5
BAB IV KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan……...…………………………………………………6
4.2 Saran ………..………………………………………………………7
DAFTAR PUSTAKA …………..………………………………………8
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbagai
usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan
serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak
faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya
yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan
sebagai sumbe rbelajar.
Perpustakaan
sekolah dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca
siswa serta sebagai sumber belajar bagi siswa dengan menyediakan bahan-bahan
bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya teruama yang
berhubungan dengan materi pelajaran. Dilihat dari sisi pelayanan, perpustakaan
masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka,
koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan
siswa, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan
perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca siswa , maka diperlukan perpustakaan
yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.
Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.
Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.
Perpustakaan
merupakan salah satu di antara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk
menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan
keterampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan
menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat digumuli oleh
peminatnya masing-masing. Tersedianya beraneka bahan pustaka memungkinkan tiap
orang memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya, dan kalau warga
masyarakat itu masing-masing menambah pengetahuannya melalui pustaka
pilihannya, maka akhirnya merata pula peningkatan taraf kecerdasan siswa itu.
Kalau kita sepakat bahwa perbaikan mutu pendidikan ditentukan oleh meningkatnya
taraf kecerdasan siswanya, maka kehadiran perpustakaan dalam suatu lingkungan
sekolah niscaya turut berpengaruh terhadap teratasinya kondisi ketertinggalan
siswa yangbersangkutan.
1.2Tujuan
Tujuan
membauatmakalahiniadalah:
1.Untuk
mengetahui perpustakaan sebagai sumber belajar
2.
Untuk mengetahui manfaat perpustakaan sebagai sumbe belajar
BAB II
Kajian Teori
1. Teori Sumber Belajar
Secara
tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar
yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangat banyak. Sangat di
sayangkan berbagai sumber belajar disekitar kita yang berlimpah-limpah tersebut
belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber belajar tradisional adalah
guru dan buku teks, dan untuk banyak guru (dan dosen) ini masih adalah cara
utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja sumber belajar itu? Tentu saja bukan
guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa,
alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi sebaga sumber belajar.
Menurut
konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti
guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks,
modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti
komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan
fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar,
hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.
Itu
semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau
perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus
ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang
mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu,
diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat
Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok
orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan
mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di
atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pembelajaran.
Suatu
lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru
dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
2. Pusat Sumber Belajar
Menurut
Tucker (79) pusat sumber belajar didefinisikan dengan istilah media center,
dengan pengertian bahwa suatu departemen yang memberikan fasilitas pendidikan,
latihan, dan pengenalana melalui produksi bahan media (transparansi overhead,
slide, filmstrip, videotape, dll) serta memberikan pelayanan penunjang (seperti
sirkulasi peralatan audiovisual, penyajian program-program video, pembuatan
katalog, dan pemanfaatan pelayanan sumber-sumber belajar pada perpustakan.
Pusat Sumber Belajar bertugas untuk menyediakan sarana dan media pendukung bagi
kegiatan belajar mengajar seperti yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Salman
Al-Farisi, yakni seperti pengadaan alat peraga yang efektif bagi kegiatan
belajar mengajar (KBM), pengadaan media promosi dan publikasi, dan lain
sebagainya.
3. Perpustakaan
Menurut
Sulistyo (1991)perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang
digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan
menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.
BAB III
Pembahasan
3.1 Perpustakaan sebagai Pusat
Sumber Belajar
Upaya
untuk menghidupkan dan mengembangkan perpustakaan sangat dibutuhkan dukungan
dari berbagai pihak. Tidak hanya tugas pengurus/anggota perpustakaan dan
institusi terkait, melainkan kita semua karna intinya usaha bersama menjaga
atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Serta merevisi atau mengkaji ulang tujuan
dari perpustakaan, untuk mengintensifkan perpustakaan menjadi pusat sumber
belajar.
Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence (layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna.
Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence (layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna.
Bukan
hanya pemimpin tetapi semua pengelola atau pegawai perpustakaan harus berani
menampilkan “wajah baru” atau “gerakan baru” dalam arti berani melakukan
terobosan baru dan paradigma baru yaitu dapat mengubah persepsi
masyarakat/akademis dari perpustakaan identik dengan buku menjadi perpustakaan
identik dengan informasi.
Ketergantungan
pada seorang pemimpin perlu ditinggalkan dan bergerak menciptakan kreatifitas
atau inovasi yang sistematis. Pimpinan pusat (lembaga) tentunya membuka pintu
yang lebar kepada semua bawahannya untuk menentukan kebijakan dalam menciptakan
keratifitas untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan.
Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan siswa juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam sekolah (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca siswa dan meningkatkan perestasi siswa.
Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan siswa juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam sekolah (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca siswa dan meningkatkan perestasi siswa.
3.2 Manfaat Perpustakaan
Manfaat perpustakaan sangat di sekolah adalah:
1.
Untuk melengkapi bahan sumber
belajara bagi siswa
2.
Untuk menumbuh kembangkan minat
siswa dalam membaca.
3.
Untuk meningkatkan keterampilan
siswa dalam belajar
4.
Untuk memfasislitasi siswa yang
tidak mampu membeli buku, sehingga perpustakaan dapat membantu mereka.
3.2 Faktor-faktor Pendudkung lainnya
1. Teknologi Informasi
Teknologi
informasi merupakan satu hal yang tidak bias dihindarkan akan masuk kedalam
proses perkembangan perpustakaan. Hal ini terutama difokuskan pada teknologi
yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memperoleh informasi lebih
luas, cepat, tepat dan up to date, misalkan melalui fasilitas Internet,
Database Online, Media Compact Disk, dan sebagainya.
2. Pemasaran atau Promosi
Pemasaran
atau promosi adalah hal penting yang perlu diajukan dalam sebuah perpustakaan
khusus. Promosi bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi antara perpustakaan
dan siswa yang terdapat dalam instansi sekolah tersebut. Karena salah satu
keberhasilan sebuah perpustakaan adalah dapat dilihat dari tingkat kunjungan
siswa dan pemanfaatan informasi (koleksi) oleh peserta sebagai pengguna
perpustakaan. Untuk menyiasati kondisi perpustakaan agar menjadi perpustakaan
yang ideal (setidaknya nyaman untuk menjadi tempat belajar siswa) harus
terpenuhinya berbagai sarana dan prasarana.
BAB IV
Penutup
Kesimpulan
Perpustakaan
bukan hanya pelengkapan sarana di sekolah tetapi untuk mendukung sebagai sumber
belajar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa. Setiap perpustakaan harus
dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Dalam pengelolaan dapat
menjalin hubungan dengan semua pihak atau guru dengan melakukan kerja sama yang
saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Membuat
hubungan dengan siswa yang ada di sekitar perpustakaan sekolah tersebut.
Sehingga perpusatakaan sekolah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh siswa.
Saran
Untuk
meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus
dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat
sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta
memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Daftar Pustaka
Arif Wicaksono. (20080, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
Budhiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta
Mudhoffir. (1986). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muhtadi, Ali. 2005. Managemen Sumber Belajar ‘Buku Pegangan Kuliah’. Universitas Negeri Yogyakarta.
Wirojoedo, Soebijanto. 1986. Perencanaan Pendidikan’Buku Pegangan Kuliah’. Yogyakarta : CV. Kaliwangi
Pujiriyanto. 2005. Otomasi Perpustakaan. Yogyakarta : FIP UNY
Seels, Barbara B & Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya (terjemahan oleh Yusuf Hadimiarso, dkk). Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Yogyakarta

Posting Komentar untuk "PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR"
Silahkan berkomentar dengan Sopan
Posting Komentar